Monday, October 24, 2011

kepergian simoncelli

Simoncelli Korban Kedua Setelah Kato


SEPANG, MALAYSIA -- Kepergian Simoncelli membuat dunia balap motor MotoGP kehilangan. Dia merupakan korban kedua di arena balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.

Pembalap pertama yang menjadi korban MotoGP adakah Daijiro Kato. Kebetulan Simoncelli dan Kato sama-sama pernah membela Gresini. Keduanya juga sama-sama tewas pada tahun keduanya di MotoGP.

Kato meninggal dunia karena kecelakaan dahsyat seri MotoGP Jepang pada 2003 silam. Dia menabrak dinding pembatas lintasan sehingga membuat motor yang dikendarai hancur berkeping-keping.

Bedanya, karier Simoncelli lebih cemerlang. Dia pembalap berbakat, yang diprediksi bakal merajai kelas primer.     Simoncelli termasuk pembalap yang sangat kompetitif. Itu sudah diperlihatkan sejak masih di kelas paling rendah, 125cc.

Pembalap berambut kribo itu melakukan debutnya di kelas 125cc pada musim 2002. Dia merajai GP Spanyol pada 2004 dan 2005, sebelum naik ke kelas 250cc pada musim 2006 bersama tim Gilera. Pada musim 2008, dia merengkuh gelar juara dunia setelah mengalahkan rivalnya dari Spanyol, Alvaro Bautista.

Musim berikutnya, Simoncelli memutuskan bertahan di kelas 250cc untuk mempertahankan gelar. Tetapi dia gagal melakukannya, karena harus puas menempati peringkat ketiga. Kala itu kalah bersaing dengan Hiroshi Aoyama, yang menjadi rekan setimnya di MotoGP.

Dalam debutnya di kelas MotoGP musim lalu, Simoncelli sudah menunjukkan tanda-tanda bakal kompetitif. Sebagai seorang rookie, dia berhasil menarik perhatian. Hasil terbaiknya finis di posisi keempat pada GP Portugal. Pada klasemen akhir berada di peringkat kedelapan.

Musim 2011 ini, sinar Simoncelli semakin terang, meskipun dia kerap mendapat kritikan akibat gaya membalapnya yang sangat agresif. Sejak latihan pra-musim hingga balapan resmi, Simoncelli selalu bersaing di barisan depan. Dia pun berhasil menempati pole position di Catalunya dan Assen, dan enam kali berturut-turut start dari barisan depan.

Sayang, semua hasil fantastis pada latihan bebas dan kualifikasi tidak bisa dikonversi menjadi juara atau pun minimal finis di podium. Pasalnya, dia sering mengalami kecelakaan karena jatuh ataupun tabrakan.

Meskipun demikian, Simoncelli tidak kenal menyerah. Dia akhirnya mewujudkan impian untuk naik podium MotoGP, ketika finis di urutan ketiga GP Republik Ceko. Hasil terbaik yang diraihnya adalah ketika finis di urutan kedua di GP Australia, akhir pekan lalu.

Atas prestasinya yang mengesankan itu, tim Honda langsung menyodorkan kontrak baru kepadanya, sehingga dia akan tetap membela Gresini pada MotoGP 2012, yang menggunakan mesin 1.000cc.

Simoncelli kerap dikritik sesama pembalap. Dia dinilai kerap membahayakan pembalap lain. Puncaknya dia sempat bersitegang dengan pembalap Honda, Dani Pedrosa, setelah dituding menjadi biang keladi jatuhnya rider asal Spanyol itu di MotoGP Prancis. Akibat insiden tersebut, Pedrosa dipaksa absen sepakan setelah menjalani operasi akibat mengalami patah tulang selangka.

Meski demikian, kematian Simoncelli tidak pelak memukul sesama rekan pembalap. "Istirahat dengan tenang Simoncelli! Seorang pembalap besar dan pria yang ramah. Turut berduka bagi keluarga dan rekan, saya tidak akan pernah melupakan hari ini," ungkap pembalap Inggris, Cal Cruthclow, dalam status di akun Twitter miliknya.

Duka juga dirasakan pembalap Formula Satu, Mark Webber. "Istirahat dengan damai Marco. Pembalap yang memiliki talenta spesial yang akan dirindukan. Saya sedang memikirkan semua yang Anda cintai dan semua paddock di MotoGP," klaimnya dalam Twitter. (bs)

0 komentar

Post a Comment

komentar anda sangat berharga