Saturday, November 17, 2012

menulis puisi karya sendiri


DERITA di TANAH ISTIMEWa
Karya : Muhammad Noviyanto
Aku ingin menutup mata
Agar tak kulihat
Pedihnya tragedi
Ditanah sang saudara

Suara kaki manusia
Seperti rentetan kuda di medan perang
Yang berlarian kian kemari
Mengindari maut yang tiap waktu mengancam

Dug…dug…dug…dug….
Jantung berdetak kencang
Berlari seakan tak tau arah
Karena terbeban oleh sebuah kepanikan

Awan putih yang suci, Seakan tak indah lagi
Penuh debu yang berterbangan, Yang tak punya ati nurani

Aku bermimpi dalam lamunanku
Seakan kurasakan derasnya air mata kota sejarah
Dan kurasakan pedihnya penjajahan, Yang dilakukan sang alam

Kutemukan sawah menjadi lautan lava
Kutemukan hutan menjadi santapan dunia
Dan manusia bagaikan tanaman yang terkena hama

Fenomena itu adalah malaikat maut, Yang menjemput saudaraku
Tragedi itu adalah wujud kepedihan alam, Yang tak terima dengan ulah manusia

Semut kecil berlarian kejalanan
Tupai-tupai seakan berdemonstrasi
Menuntut kekejaman alam
Namun tak tahu dimana kan mengadu


0 komentar

Post a Comment

komentar anda sangat berharga