Tuesday, December 11, 2012

laporan biologi tentang respirasi hewan



I.             PENDAHULUAN
Serangga bernapas dengan menggunakan tabung udara yang disebut trakea. Udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui lubang kecil setiap ruas-ruas tubuh yang disebut stigma atau spirakel. Udara dari spirakel melewati trakea, menuju ke trakeol dan trakeolus. Trakeolus berukuran halus yaitu 0,1 nano meter, ujungnya
berbatasan dengan sel-sel tubuh, sehingga langsung terjadi difusi gas.


II.            TUJUAN
Menghitung jumlah oksigen yang digunakan oleh hewan (serangga) dalam waktu tertentu.

III.          ALAT DAN BAHAN
·      Respirometer sederhana
              Respirometer sederhana adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan pernapasan beberapa macam organisme hidup seperti serangga, bunga, akar, kecambah yang segar. Jika tidak ada perubahan suhu yang berarti, kecepatan pernapasan dapat dinyatakan dalam ml/detik/g, yaitu banyaknya oksigen yang digunakan oleh makhluk percobaan tiap 1 gram berat tiap detik.

·         Pipet tetes                                                          Gelas kimia




·         Stopwatch







                         
·         Lugol




·         Vaselin






·         NaOH







·         Kapas








·         Serangga (capung)     






·         Timbangan







IV.          CARA KERJA
Ciri makhluk hidup antara lain melakukan ekskresi, tumbuh dan berkembang, peka terhadap rangsang, respirasi, butuh nutrisi, reproduksi, bernafas, dan bergerak. Untuk mengukur kecepatan respirasi pada serangga dilakukan dengan mengukur oksigen yang diperlukan dalam pernafasannya. Kecepatan respirasi dinyatakan dengan banyaknya oksigen yang diperlukan serangga/ capung  pada waktu tertentu.







a.    Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.









b.    Timbang terlebih dahulu serangga yang akan digunakan dalam percobaan.







c.    Masukkan NaOH yang dibungkus dengan kapas pada botol.











d.    Susun alat seperti pada gambar

e.    Rekat sambungan pipa tersebut dengan vaselin agar tidak bocor.

f.     Tetesi eosin/lugol pada ujung pipa berskala dengan menggunakan pipet tetes.











Catatan: Sebelum ditetesi eosin tutup lubang ujung pipa tersebut dengan jari telunjuk sekitar 3 menit.



g.    Catat waktu permulaan pada titik 0,00.
h.    Setiap tiga menit amati kedudukan eosin pada pipa tersebut (lakukan sampai tiga kali)
i.     Catat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan
No.
Waktu (menit)
Skala (ml)
Keterangan
1.
09.30
0,00

2.
09.33
0,09
CEPAT
3.
09.36
0,11
LAMBAT
4.
09.39
0,12
SANGAT LAMBAT

jumlah
0,32


j.     Hitung rata-rata kebutuhan oksigen setiap menit.
1.    0,09
0,05        = 0,60 ml/gr/menit
   3

2.    0,11
0,05        = 0,73 ml/gr/menit
   3



3.    0,12
0,05        = 0,80 ml/gr/menit
   3

k.    Apakah fungsi NaOH yang diletakkan dalam tabung respirometer?
·      Berguna untuk mengikat CO2 agar tidak menganggu jalannya kegiatan respirasi.
l.     Apakah fungsi lugol yang dimasukkan dalam ujung pipa berskala?
·      Untuk memastikan skala pernapasan pada capung.
Ketika capung  mulai bernafas di dalam tabung ketika itulah eosin bergerak di dalam tabung dari titik awal tabung respirometer ke titik akhir sesuai dengan kecepatan bernafasnya capung.
m.  Adakah hubungan antara berat serangga dengan kecepatan gerakan lugol pada pipa berskala? Bandingkan dengan hasil kelompok lain.
·      Ada. Semakin berat serangga semakin cepat pergerakan lugol pada pipa berskala, begitupun sebaliknya semakin ringan serangga maka semakin lambat pergerakan lugol pada pipa berskala, semakin berat tubuh capung, akan semakin membutuhkan oksigen. Seperti halnya manusia apabila dia berbadan gemuk dia akan bernafas cepat.

V.           DASAR TEORI
              Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi.Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu). Secara umum, respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut: C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi
                Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
Ketersediaan substrat. Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat.Ketersediaan Oksigen. Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara.
Suhu. Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies.Tipe dan umur tumbuhan. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa system trachea yang berfungsi untuk mengengkut dan mngedarkan O2 ke seluruh tubuh serta mengangkut dan mengeluarkan CO2 dari tubuh. Trschea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yang masuk ke seluruh jaringan tubuh oleh karena itu, pengangkutan O2 dan CO2 dalam system ini tidak membutuhkan bantuan sitem transportasi atau darah.
                Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Selanjutnya dari stigama, udara masuk ke pembuluh trachea yang memanjang dan sebagian ke kantung hawa.
Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernafasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.

VI.          URAIAN MATERI
Serangga memiliki organ pernapasan yang khas. Pertukaran oksigen
dan karbon dioksida dilakukan melalui trakea. Trakea merupakan bagian
tubuh serangga yang terbuat dari pipa/tabung udara. Jumlah trakea
di dalam tubuh serangga sangat banyak. Oleh karena itu, sistem pernapasan
serangga dinamakan sistem.
                             Saat serangga melakukan pernapasan, udara masuk trakea melalui
bagian yang terletak pada permukaan tubuh. Bagian tersebut dinamakan spirakel.   Spirakel dilindungi oleh bulu halus dengan fungsi sebagaitrakea. Spirakel dilindungi oleh bulu halus dengan fungsi sebagaipenyaring debu dan benda asing yang masuk menuju trakea.
Setelah itu, udara tersebut akan melewati pipa kecil yang disebut  trakeola. Trakeola juga ini akan terhubung dengan membran sel. Trakeola memiliki ujung kecil tertutup dan mengandung cairan dengan warna biru gelap. Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam sel tubuh melalui trakeola, sedangkan karbondioksida akan berdifusi keluar. Setelah melewati trakeola, karbondioksida akan dikeluarkan ke lingkungan melewati trakea. Apabila serangga sedang aktif dan menggunakan banyak oksigen, sebagian besar cairan yang berwarna biru akan ditarik ke dalam tubuh. Akibatnya, luas permukaan udara yang berkontak langsung dengan sel menjadi semakin luas. Seekor serangga yang sedang terbang mempunyai laju metabolisme lebih tinggi dibandingkan saat istirahat. Otot akan berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian sehingga tubuh bisa memampat dan menggembung. Olehkarenanya udara akan secara cepat terpompa melalui sistem trakea. Sebagian besar serangga hidup di daratan. Namun, ada juga serangga yang hidup pada perairan seperti larva capung.





Sistem pernapasan pada serangga berupa sistem pernapasan trakea. Alat pernapasan serangga adalah pembuluh trakea. Pembuluh trakea merupakan pembuluh udara yang memanjang dan bercabang-cabang menjadi halus (trakeolus) sehingga dapat mencapai seluruh jaringan tubuh. Udara keluar masuk melalui lubang kecil yang disebut spirakel yang terdapat pada setiap sisi ruas tubuh serangga. masuk melalui spirakel



        O2                  masuk melelui spirekel             pembuluh trakea                trakeolus


    Di dalam trakeolus terjadi pertukaran gas dengan sel-sel tubuh.




VII.         PENUTUP
Pada serangga, pertukaran  gas dari jaringan dengan udara dilingkungan dilakukan dengan menggunakan trakea (anyaman tabung-tabung yang berisi udara), sehingga di sebut sistem pembulluh darah trakea. Sistem pembuluh trakea merupakan sistem pernapasan yang paling efisien. Sistem pernapasan ini terdiri dari suatu sistem tabung udara (trakea) yang bercabang-cabang (trakeola) dan setiap cabang akan bercabang lagi, sehingga dapat menjangkau hampir  semua bagian tubuh. Saluran percabangan yang paling ujung akan tenggelam kedalam membran pada sel-sel tubuh.
Kebanyakan serangga hidup didarat, tetapi ada beberapa serangga pada masa larvanya hidup di air, misalnya capung. Larva capung bernapas menggunakan insang trakea, yaitu berupa insang yang sangat halus berfungsi mengikat oksigen yang terlarut didalam air dengan cara difusi. Insang trakea tersebut hanya berfungsi saat larva, kemudian akan mereduksi dan hilang setelah serangga tersebut pindah kedarat.


Kesimpulan:
NaOH berfungsi sebagai peningkat suhu agar respirasi terpicu menjadi cepat. Selain itu NaOH juga berfungsi sebagai pengikat CO2
Respirasi dipengaruhi oleh massa tubuh, suhu dan jenis hewan/tumbuhan.


DAFTAR PUSTAKA
Siti Nur Rochmah,dkk.2009.BSE Biologi SMA kelas XI.Jakarta:Pusat Perbukuan Depdiknas.
Suwarno.2007.Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MAkelas XI.Jakata:CV.Karya Mandiri Nusantara.
Diah Aryulina,dkk.2007.Biologi 2 untuk SMAdan MA kelas XI.Jakarta:Erlangga.

































                                      



                                                      

0 komentar

Post a Comment

komentar anda sangat berharga