Tuesday, March 12, 2013

bahan ujian praktek kelas XII tentang hukum lavoisier

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Makalah ini disusun untuk membuktikan kebenaran materi dengan hasil percobaan antar larutan yang direaksikan serta mengetahui reaksi kimia yang terjadi pada larutan yang dicampurkan.
1.2 Tujuan
Supaya siswa dapat lebih memahami tentang hukum lavoisier
Dapat membuktikan bahwa hukum tersebut benar setelah melakukan percobaan
Dapat lebih teliti dalam mengukur berat suatu zat.
1.3 Metode
Metode yang kami gunakan :
Dengan mencari dari buku-buku Kimia dan buku-buku bacaan lainnya.
Melakukan percobaan kimia
Mencari dari internet
1.4 Hipotesis
Salah satu zat yang direaksikan akan mendominasi zat yang lain. Di ibaratkan zat satu kita sebut zat A dan zat 2 kita sebut zat B, salah satu dari zat tersebut akan saling mendominasi, sehingga jika zat A dicampurkan pada zat B reaksinya tidak akan sama dengan reaksi pada zat B yang dicampurkan terhadap zat A.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Hukum Kekekalan Massa
Hukum kekekalan massa diformulasikan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1789. Oleh karena hasilnya ini, ia sering disebut sebagai bapak kimia modern. Sebelumnya, Mikhail Lomonosov (1748) juga telah mengajukan ide yang serupa dan telah membuktikannya dalam eksperimen. Sebelumnya, kekekalan massa sulit dimengerti karena adanya gaya buoyan atmosfer bumi. Setelah gaya ini dapat dimengerti, hukum kekekalan massa menjadi kunci penting dalam merubah alkemi menjadi kimia modern. Ketika ilmuwan memahami bahwa senyawa tidak pernah hilang ketika diukur, mereka mulai melakukan studi kuantitatif transformasi senyawa. Studi ini membawa kepada ide bahwa semua proses dan transformasi kimia berlangsung dalam jumlah massa tiap elemen tetap.

2.2 Pengertian Hukum Lavoise
Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut(dalam sistem tertutup Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (tetap/konstan) ). Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.



2.3 Contoh Hukum Kekekalan Massa
Hukum kekekalan massa dapat terlihat pada reaksi pembentukan hidrogen dan oksigen dari air. Bila hidrogen dan oksigen dibentuk dari 36 g air, maka bila reaksi berlangsung hingga seluruh air habis, akan diperoleh massa campuran produk hidrogen dan oksigen sebesar 36 g. Bila reaksi masih menyisakan air, maka massa campuran hidrogen, oksigen dan air yang tidak bereaksi tetap sebesar 36 g.
Air -> Hidrogen + Oksigen (+ Air)
(36 g) (36 g)

2.4 Kekekalan massa
Ketika energi seperti panas atau cahaya diijinkan masuk ke dalam atau keluar dari sistem, asumsi hukum kekekalan massa tetap dapat digunakan. Hal ini disebabkan massa yang berubah karena adanya perubahan energi sangatlah sedikit. Sebagai contoh adalah perubahan yang terjadi pada peristiwa meledaknya TNT. Satu gram TNT akan melepaskan 4,16 kJ energi ketika diledakkan. Namun demikian, energi yang terdapat dalam satu gram TNT adalah sebesar 90 TJ (kira-kira 20 miliar kali lebih banyak). Dari contoh ini dapat terlihat bahwa massa yang akan hilang karena keluarnya energi dari sistem akan jauh lebih kecil (dan bahkan tidak terukur) dari jumlah energi yang tersimpan dalam massa materi.s
Penyimpangan hukum kekekalan massa dapat terjadi pada sistem terbuka dengan proses yang melibatkan perubahan energi yang sangat signifikan seperti reaksi nuklir. Salah satu contoh reaksi nuklir yang dapat diamati adalah reaksi pelepasan energi dalam jumlah besar pada bintang. Hubungan antara massa dan energi yang berubah dijelaskan oleh Albert Einstein dengan persamaan E = m.c2. E merupakan jumlah energi yang terlibat, m merupakan jumlah massa yang terlibat dan c merupakan konstanta kecepatan cahaya. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada sistem tertutup, karena energi tidak keluar dari sistem, massa dari sistem tidak akan berubah.





BAB III
HASIL PERCOBAAN
Hari/Tanggal :Selasa/16 November 2010
Jam : 10:15 – 11:45
Tempat :Lab Kimia
Landasan Teoritis

Alat
· Tabung reaksi Y
· Timbangan
· Pipet
Bahan
· Pb(NO3)2
· KI(aq)
· CuSO4(aq)
· NaOH(aq)
Prosedur kerja
1. Timbang tabung Y dengan timbangan dalam keadaan kosong
2. Masukan Pb(NO3)2 dan KI(aq) secara terpisah dalam tabung Y
3. Timbang tabung Y yang sudah terisi zat yang belum di reaksikan
4. Reaksikan Pb(NO3)2 dengan KI(aq)
5. Timbang tabung Y yang terisi oleh zat yang sudah di reaksikan
Hasil percobaan
Wadah kosong : 24 gram
Wadah + zat sebelum reaksi : 26,6 gram
Wadah + zat setelah reaksi :26,6 gram
Berat zat sebelum reaksi : 26,6-24 = 2,6 gram
Berat zat setelah reaksi : 26,6-24 = 2,6 gram

Reaksinya :
KI(aq)+Pb (NO3)2(aq) à2KNO3+PBI2
Timbal (II) Iodium
Mengahsilkan warna : Kuning
Wadah kosong : 24 gram
Wadah + zat sebelum reaksi : 26 gram
Wadah + zat setelah reaksi : 26 gram
Berat zat sebelum reaksi : 26-24 =2 gram
Berat zat setelah reaksi : 26-24 = 2 gram

CuSO4(AQ) + NaOH(aq) à Cu(OH)2+Na2SO4(aq)
Menghasilkan warna : Endapan biru muda



Hasil percobaan Lavoisier
Percobaan yang dilakukan oleh Lavoisier.
Lavoisier mereaksikan cairan merkuri dengan gas oksigen dalam suatu wadah di ruang tertutup sehingga menghasilkan merkuri oksida yang berwarna merah. Apabila merkuri oksida dipanaskan kembali, senyawa tersebut akan terurai menghasilkan sejumlah cairan merkuri dan gas oksigen dengan jumlah yang sama seperti semula.
Dengan bukti dari percobaan ini Lavoisier merumuskan suatu hukum dasar kimia yaitu Hukum Kekekalan Massa yang menyatakan bahwa jumlah massa zat sebelum dan sesudah rekasi adalah sama.
Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.
Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida.
Hukum kekekalan massa dapat terlihat pada reaksi pembentukan hidrogen dan oksigen dari air. Bila hidrogen dan oksigen dibentuk dari 36 g air, maka bila reaksi berlangsung hingga seluruh air habis, akan diperoleh massa campuran produk hidrogen dan oksigen sebesar 36 g. Bila reaksi masih menyisakan air, maka massa campuran hidrogen, oksigen dan air yang tidak bereaksi tetap sebesar 36 g.
Begitu juga kalau kita membakar kayu misalnya kayu korek api. Berlaku juga hukum kekekalan massa. Memang setelah kayu terbakar akan menjadi abu. Namun yang perlu anda ketahui adalah bahwa selain abu, pada pembakaran kayu juga dihasilkan oksida karbon, asap dan uap air. Oksida carbon dan uap air tidak tampak oleh mata karena bermujud gas. Jika ditimbang ulang :
mk massa kayu + masa oksigen = masa abu + massa oksida karbon + massa uap air + massa asap.
Kalau hukum kekekalan massa memang benar, maka massa dari materi yang ada didunia ini berarti tidak pernah berubah.Kalau begitu, maka ketika mahluk hidup, hewan, tumbuhan dan manusia, setiap kali tumbuh menjadi semakin besar, berarti ada penambahan massa yang diambilkan dari massa materi yang lain. Begitu juga setiap bayi yang lahir, berarti ada energi dan massa di alam semesta ini yang beralih ke dalam diri bayi.
Kalau kita makan, maka ada beberapa massa dari air dan makanan yang makan akan menjadi daging pada tubuh kita. Kalau manusia bertambah banyak, sesungguhnya tidak ada perubahan massa di alam semesta ini, karena jumlah massa tentu juga sama sebagaimana jumlah energi di alam semesti ini, berarti selalu sama.



DAFTAR PUSTAKA
Djambur. W. Sukarno. 1993. Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pusat perbukuan.
Ahya M Salman, 1993, Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum, Depdikbud, Jakarta
Santiyono, 1994. Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum, penerbit Erlangga

0 komentar

Post a Comment

komentar anda sangat berharga