Thursday, August 29, 2013

Cerpen terbaru "Semu diufuk senja"

Semu Diufuk Senja

Sebuah pencapaian terbesar manusia memang tak lepas dari usaha yang sangat besar pula dan tidak ada satupun hasil  yang sempurna  dapat diperoleh dengan hanya membalikkan telapak tangan. Selepas Usaha yang kita lakukan juga akan ada garis tangan yang menentukan arah kemana yang akan dituju.


Disuatu pagi yang cerah Armand terbangun dari lelapnya. Saat itu pula ia tersadar dari kenyataan yang kini mengekang dirinya. Kini Armand harus menerima bahwa dirinya telah hidup sebatang kara semenjak ditinggal Ayah dan Ibunya yang telah bercerai yang membuat pahitnya hidup Armand yang kini diterlantarkan.
Armand kini hidup hanya ditemani oleh Neneknya. Ia terpaksa berhenti dari pendidikannya di jenjang Menengah ke Atas karena alasan ekonomi dari neneknya yang sangat kekurangan. Armand hanya mampu terdiam setiap harinya meratapi kejadian yang telah membuat hancur berantakan keluarganya dan menghambat pikirannya untuk mencapai cita-cita yang dikehendakinya. Armand memiliki 5 orang sahabat yang sangat baik dan sangat memperdulikannya, karena memang persahabatan yang mereka jalani itu telah ia bina sejak masa SD mereka itu adalah Deno,Ira,Lina, Bagas,dan Dini. Kelima sahabat Armand tersebut juga merasa sedih karena mereka harus kehilangan sahabat sekaligus orang yang mereka sayangi disekolahnya. Namun, mereka tak habis pikir, disuatu hari mereka sengaja berdiskusi untuk menuntaskan masalah tersebut.

Ira: “ bagaimana kalo hari ini kita usulkan kepada Bapak dan Ibu guru agar Armand bisa mendapatkan Beasiswa dan dapat melanjutkan pendidikannya??”. Sahabat yang lainnya pun setuju. Mereka pun langsung menghadap kepada Ibu wali kelas mereka dan akhirnya niat baik sang sahabat itu mendapat tanggapan baik dari Para Guru. Akhirnya mereka sangat gembira akan hal tersebut. 

Deno:” ini adalah kabar baik yang memang pantas untuk Armand dapatkan”. 

Lina:” betul tuh, Armand harus melanjutkan pendidikannya agar ia tidak terus terbayang dengan kisah hidup yang telah membuatnya trauma. Dan kita pun sebagai sahabat dapat dengan mudah untuk menghiburnya setiap waktu untuk membantunya melupakan kejadian yang ia alaminya.

Bagas:”kalo begitu, tunggu apalagi? Ayo kita ke rumah si Armand untuk memberitahukan kabar kalo dirinya harus kembali berseragam putih abu-abu dan kembali berkumpul bersama kita.

Mereka bergegas menuju rumah Armand, dan memberitahukan kabar bahwa biaya sekolah Armand akan ditanggung oleh sekolah. Awalnya, Armand menolak, namun karena bujukan sahabatnya Armand akhirnya menerima dan mengucapkan terima kasih kepada sahabatnya yang sangat memperdulikannya. 

Dikala berkumpul dan bercengkrama dengan sang sahabat Armand mampu melupakan Tragedi perceraian kedua orang tuanya,. Namun, ketika malam tiba dan sang sahabat tak disampingnya bayangan pilu itu terus datang mengusiknya. Kini Armand pun tak tahu dimanakah Ayah dan Ibunya sekarang berada dan tak pernah menanyakan kabar tentang Armand.

Armand berusaha terus bangkit dan terus memotivasi dirinya. Ia yakin bahwa “Dalam onggokan butiran pasir tak menutup kemungkinan akan terdapat butiran emas didalamnya” . Ia kini mampu melupakan Ayah dan Ibunya yang telah lama meninggalkannya dan mulai fokus pada masa depannya. Dan usahanya pun membuahkan hasil ketika ia memperoleh nilai UN terbaik disekolahnya dan juga terbaik di tingkat nasional. Armand sangat berterima kasih kepada sahabat-sahabatnya yang selalu ada menghibur dan membantu melupakan tragedy pahit hidupnya. Armand mendapat tawaran untuk melanjutkan pendidikannya di salah satu Universitas favorit di Australia, dan semua biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah. Armand menerima tawaran tersebut dan dengan berat hati ia meninggalkan neneknya demi mencapai cita-cita yang selama ini ia dambakan dan ingin membuktikan kepada orang tua yang telah menelantarkannya bahwa ia mampu meraih cita-citanya  meski tanpa mereka.

4 tahun menempuh pendidikan di negeri tetangga, akhirnya Armand menyelesaikan studinya dan kembali ke tanah air dan langsung menjabat sebagai Presiden Direktur disebuah perusahaan milik Negara. Kini Armand menjadi tokoh sentral dalam keluarganya. Para sahabat Armand sangat bahagia mendengar  semua hal yang kini dijalani oleh Armand dan Armand  pun telah yakin bahwa “SELALU ADA SEMU DIUFUK SENJA”. Ketika memasuki rumah dimana ia dulu tinggal bersama sang nenek, ia kembali teringat dengan sosok sang Ayah dan Ibunya yang telah lama ia tidak melihatnya. Dan ia merasa, pencapaian terbesarnya saat ini tidak lengkap tanpa orangtua yang telah membesarkannya. 

Setiap hari ia memikirkan nasib orang tuanya. Yang ada dalam benaknya saat ini yaitu selalu dicerca pertanyaan” Apakah orang tuaku merasakan kesuksesan juga?, Apakah orang tuaku berada ditempat kerja yang layak?, Apakah orangtuaku masih mengingatku saat ini?, Apakah mereka hidup bahagia sekarang?. Pertanyaan tersebutlah yang selalu ada dalam benak Armand dan terus menerus ia pikirkan dan akhirnya membuat Armand jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah sakit. Ia ditemani oleh sang nenek dalam masa perawatannya,  namun karena kondisi yang tak kunjung membaik akhirnya Armand berpesan kepada sang nenek bahwa Ia sangat ingin melihat sosok Ayah dan Ibunya sekarang. 

Sang nenek akhirnya menyanggupi pesan Armand. Keesokan harinya tepat pukul 17.30 Ayah Armand tiba dan langsung memeluk Armand yang hanya mampu terbaring lemahdi pembaringan. Dan selang beberapa saat Ibu Armand datang dengan Air mata yang telah mengucur sejak memasuki ruang rawat sang anak. Sore itu, Senja membentuk sebuah bayangan semu diufuknya, dan saat itu pula Armand memegang tangan Ayahanda dan Ibundanya, kemudian menyatukannya sambil berpesan bahwa ia ingin melihat ayah dan ibunya bisa kembali lagi seperti dulu… dan sebelum mampu melanjutkan ucapannya Armand menghembuskan nafas terakhirnya. Sang Ayah dan Ibunya menyesal telah menelantarkan anaknya yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi Emas di masyarakat.

Demikianlah Cerpen ini, semoga kita dapat memetik pesan yang ada, bahwa “dalam kondisi selemah apapun kita, belum tentu tidak ada jalan untuk bangkit kembali dan Selalu ada keajaiban yang menanti umat yang mau berusaha”. Thanks.


Cari cerpen yang lain disini

atau disini


0 komentar

Post a Comment

komentar anda sangat berharga