Sunday, September 1, 2013

Cerpen Persahabatan Langit dan Bumi

Persahabatan Langit dan Bumi
Kisah ini menceritakan  persahabatan  antara seorang anak yang kaya dan seorang anak yang ayahnya seorang tukang becak. Kedua anak tersebut bernama Febi dan Sinta, mereka sangat akrab dan selalu bersama-sama dan tak mengenal materi .
Pada suatu hari Sinta mengembalikan sesuatu untuk Febi
“Febi ,Febi…. Tunggu aku sebentar “
Sekolah baru saja usai, Febi sedang berjalan pulang ketika mendengar seseorang memanggilnya, dia menoleh ke belakang . terlihat Sinta berlari mengejarnya .
Ada apa Sinta ? Tanya Febi
“begini aku mau mnegembalikan ini” kata Sinta sambil mengansurkan sebuah tas plastic kepada Febi.
Febi melihat isi tas plastic tersebut, lalu bertanya “lhoo kenapa di kembalikan, kamu tidak suka sepatu ini ya ?
“tidak .. ee , maksudku ,aku suka sepatu itu’’
“nah lhoo mengapa sepatu ini di kembalikan kepadaku, apakah kamu tidak memerlukannya ? Tanya Febi menyelidik.
“sebenarnya aku sangat memerlukan sepatu itu tapi..” suara Sinta terhenti ., ragu-ragu untuk meneruskannya.
“tapi apa Sinta? “ Tanya Febi lagi
Sinta teringat dengan kejadian kemarin. Ketika itu, dia baru saja pulang dari sekolah. Saat masuk rumah, segera ditemuinya Ibunya yang sedang memasak di dapur .
“Bu..Bu…. lihat “ katanya penuh  kebahagiaan.
Ibunya menengok sebentar kea rah Sinta, kemudian kembali sibuk mangaduk-aduk masakannya di panci. “lihat apanya ?
“Lihat ini dong bu, bagus sekalikan”, kata Sinta sambil mengangkat kaki kirinya, menunjuk sepatu baru yang sedang di pakainya.
Ibunya menengok sekali lagi sambil berkata” ya, bagus sekali sepatu yang kamu pakai, Ngomong-ngomong, sepatu itu pinjam dari siapa “?
Ah ibu ini milikku,” kata Sinta dengan nada gembira.
Oh begitu. Lhoo jadi sudah membuka tabungan mu yah?”Tanya ibu
“tidak, uang tabunganku masih utuh  di dalam celengan. Dan sepatu itu dapat dari Febi. Dia yang memeberikan untukku”
Ah masak sih , kok bisa?” Tanya ibu tidak percaya.
“ingat’’ kamu jangan suka meminta-minta sama teman-temanmu.
“tentu tidak dongg “ kata Sinta
Akhirnya Sinta menceritakannya kepada ibunya
“ceritanya begini bu : kebetulan Febi membeli sepatu minggu lallu, tapi ternyata sepatu itu kebesaran sedikit. Maka dari Febi menawarkan itu padaku.
“wah beruntung sekali kamu Sinta , apakah kedua orang tua nya tau soal itu?tanya Ibu Sinta .
“tentu saja bu,mana berani Febi memberikannya tanpa sepengaetahua oraang tuanya. Mereka baik sekali lho bu” kata Sinta.
“tapi . aku tidak yakin bapakmu akan suka”kata ibu Sinta sambil memasak.
Tidak mungkinlah bu , bapak pasti suka “ jawab dengan yakin
“tunggu saja bapak pulang nanti”
Benar . ketika ayahnya pulang ke rumah setelah seharian mengemudi becak. Sinta lansung menyambutnya dengan memamerkan sepatu barunya. Tapi jawaban ayahnya seperti perkiraan ibunya tadi.

“apa ? kamu diberikan lagi oleh temanmu, cepat kembalikan. Kita sudah menerima pemberian terlalu banyak dari mereka Sinta. Dulu tas , peralatan tulis, bulan kemarin seragam sekolah serta uang sekolah di lunasi..
“ tapi pak , Febi memberikannya dengan iklas kepadaku” kata Sinta  memebela diri.
Betul , bapak tidak bisa mnyangkal ketulusan meraka ,tapi apa yang biasa kita berikan pada mereka? Tidak ada” kata ayah dengan sedih
“mereka tidak bttuh balasan dari kita pak?tanyaSinta.
“pokoknya sepatu harus di kembaikan ? keluarga pak Dani sudah memberikan banhak kepada kita , jangan pernah menerima pemberian dari meraka lagi
“ tapi pak ?
Tidak ada tapi-tapian ..”
“ya pak
‘Febi memandang wajah Sinta  ketika menceritakan alsanya mengembalikan sepatu itu.
Ok saya simpan dulu sepatunya , ntar kalau bapaknya tidak marah lagi , sepatunya kamu ambil ya “ menhibur
Sinta tersenyum.
Keesokkan harinya. Febi tidak masuk sekolah karena bapak mengalami kecelakan , Sinta sahabat karibnya  mencari-mencari Febi tapi tidak ketemu . pada waktu belajar berlangsung , penguman tentang bapak Febi yang kecelakaan memerlukan donor darah  maka siswa di izinkan pulang lebih awal. Sinta yang mendengar hal tersebut mengeges member tahukan ayahnya dan menuju ke rumah sakit , setelah ayah Sinta dan guru mendonorkan darah . ayah Febi sudah puli dan setelah berterimah kasih kepada bapak Sinta .
“terimah kasih yah pak , atas pak dan guru-guru yang lain say bisa pulih kembali “kata bapak Febi
“sama –sama pak , tapi ituka sudah menjadi kewajiban untuk saling menolong.
Tapi pak saya bisa minta tolong lagi ,
Apa pak ?”

Dapatkah anda mengambil kembali sepatu pemberian anakku Febi  ? Tanya bapak Febi
Bisa ya pak ? kata Febi
Itu tanda terimah kasih saya pak karena bapak sudah membatu saya “ kata bapak Febi
Ya pak . baiklah “ kata bapak Sinta yang tak bisa menolak.
“ Horeeeee” teriak Febi dan Sinta bersama-sama sambil melompat-lompat gembira.
“ha..ha..ha..” ayah  Febi dan Sinta tertawa melihat kelakuan kedua anak itu.


kerangka
  
Ø  Kisah ini menceritakan  persahabatan seorang anak yang kaya dan seorang anak yang ayahnya tukang becak
Ø  Pada suatu hari sinta mengembalikan sesuatu untuk Febi
Ø  Sinta teringat dengan kejadian kemarin
Ø  Akhirnya sinta menceritakannya kepada ibunya
Ø   Ketika ayahnya pulang ke rumah
Ø  Bapak tidak bisa menyangkal ketulusan mereka
Ø  Keesokkan harinya , Febi tidak masuk sekolah
Ø  Dapatkah  anda mengambil kembali sepatu pemberian anakku Febi


lihat cerpen yang lain disini

0 komentar

Post a Comment

komentar anda sangat berharga